Kamis, 22 September 2016

Memasuki Dunia Kerja Sarjana atau lulusan Teknik Industri


Profesi lulusan TI, atau lulusan teknik pada umumnya, memang tidak spesifik. Tidak seperti dokter, akuntan, atau apoteker yang memang pendidikannya mengarahkan mahasiswa untuk berkarir dengan profesi demikian. Yang bisa dijelaskan mengenai keprofesian TI ialah ciri-ciri bidang kerja yang sering dilakukan sarjana TI di dunia kerja. Misalnya, lulusan TI banyak yang bekerja di bidang Production Planning and Control (PPC), Quality Control, Job Analysys (SDM), atau di ranah Supply Chain dan logistik.

Sebagai contoh, gambaran pekerjaan TI di bidang quality control di sebuah pabrik yang memproduksi obat. Kontrol Kualitas yang dilakukan sarjana TI di sini bukanlah dengan melakukan inspeksi dan cek langsung obat yang diproduksi seperti yang dilakukan sarjana farmasi. Akan tetapi, tugas sarjana TI di sini adalah merancang bagaimana sistem inspeksinya, berapa sample yang diambil, di bagian mana saja harus dilakukan inspeksi sehingga kualitas obat tetap terjaga selama proses produksi. Sarjana TI bekerja di bidang sistem Quality Control-nya.

Satu hal yang menarik mengenai lulusan TI adalah bahwa pada masa-masa awal bekerja banyak lulusan TI yang sering mengeluh karena bidang pekerjaannya  tidak sesuai dengan keilmuannya. Tahun pertama, sarjana TI memang tidak mungkin ditempatkan langsung sebagai manajer atau supervisor yang mana di bagian itulah keilmuan TI akan sangat terpakai. Mereka biasanya akan bekerja di lantai produksi terlebih dahulu bersama orang mesin dan elektro. Pada masa-masa awal bekerja ini, sarjana TI mungkin akan kalah bersaing apabila ia tidak memiliki reflek belajar yang cepat. Namun ketika sarjana TI berhasil melewati 4-5 tahun dan masuk ke dalam level supervisor, saat itulah karir sarjana TI akan menanjak.

Terkait dengan memasuki dunia kerja, bapak Ari Samadhi, salah satu dosen di TI ITB, ikut memberikan saran untuk semua mahasiswanya, “Yang perlu diperhatikan adalah bahwa, faktanya, kebanyakan perusahaan akan lebih dulu melihat aktivitas keorganisasian yang kita tulis di CV, setelah itu baru melihat IP, karena perusahaan yang datang ke ITB ternyata lebih mencari orang yang mudah bersosialisasi dan beradaptasi dibanding orang yang pintar. Sehingga saran saya banyak-banyaklah beraktivitas di luar akademik. Saran lain ialah mengambil KP di perusahaan besar, sehingga sejak awal mahasiswa sudah diperkenalkan dengan sistem kerja profesional. Terakhir, aktif mengikuti lomba juga dapat mengasah intuisi pemecahan masalah di perusahaan,”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar